FAKTANASIONAL.NET – Pasar energi global kembali diguncang ketidakpastian hebat.
Harga minyak mentah melonjak signifikan pada perdagangan Senin (6/4/2026), seiring meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran di Timur Tengah.
Mengutip data Reuters, harga minyak mentah Brent naik sekitar 1,6 persen ke level 110,74 Dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turut terkerek 0,6 persen menjadi 112,25 Dolar AS per barel.
Jalur Vital Tersumbat, Perebutan Pasokan Dimulai
Pemicu utama lonjakan harga adalah masih ditutupnya Selat Hormuz sejak pecahnya perang pada 28 Februari lalu.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas: Harga Minyak Brent Tembus 82 Dolar AS, Pasokan Global Terancam
Sebagai jalur urat nadi pengiriman minyak dari raksasa energi seperti Arab Saudi, Irak, Kuwait, Qatar, dan UEA, blokade ini telah memutus arus ekspor utama dunia.
Kondisi ini memaksa kilang-kilang minyak global melakukan perburuan pasokan alternatif ke wilayah yang jauh dari zona konflik, terutama ke Amerika Serikat dan kawasan Laut Utara.











