FAKTANASIONAL.NET – Kabar mengejutkan datang dari pasar energi global. Harga minyak dunia dilaporkan anjlok lebih dari 15 persen dalam perdagangan Asia pada Rabu, 8 April 2026.
Penurunan drastis ini terjadi sesaat setelah Presiden AS Donald Trump secara tak terduga menyetujui gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran.
Keputusan ini muncul hanya hitungan jam sebelum tenggat waktu krusial yang ia tetapkan sendiri untuk membuka kembali Selat Hormuz secara paksa.
Berdasarkan data dari Investingcom, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS merosot tajam hingga 18 persen menuju angka USD92,61 per barel. Angka ini berbanding terbalik dengan kondisi pada Selasa sebelumnya, di mana WTI masih ditutup menguat di level USD112,41 per barel.
Pasar yang sebelumnya tegang kini mendadak “adem” setelah Trump mengonfirmasi melalui unggahan media sosial bahwa aksi militer terhadap Iran ditangguhkan. Langkah diplomasi mendadak ini langsung memicu aksi jual masif karena kekhawatiran akan gangguan pasokan di Timur Tengah tiba-tiba mereda.
Trump mengklaim bahwa AS telah mencapai tujuan militer intinya. Ia juga mengungkapkan bahwa pihak Iran telah mengajukan proposal multi-poin yang dipandang cukup solid untuk menjadi fondasi kesepakatan yang lebih luas di masa depan. Padahal, beberapa jam sebelum pengumuman ini keluar, harga minyak sempat melonjak ke level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir akibat ketakutan akan eskalasi perang besar.
Tenggat waktu pukul 20:00 ET yang semula diprediksi akan menjadi awal konflik berdarah, justru berubah menjadi titik balik mendinginnya tensi geopolitik. Meski gencatan senjata ini hanya berlaku dua minggu, pelaku pasar tampaknya lebih memilih bernapas lega untuk sementara waktu daripada mengantisipasi skenario terburuk di jalur pasokan minyak global.[dit]











