Pendapatan Terkoreksi, Laba Bersih BNBR Justru Melonjak Sembilan Puluh Enam Persen Sepanjang 2025

Direktur Utama & CEO PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) Anindya N. Bakrie (kanan) berbincang bersama Wakil Direktur Utama Ardiansyah Bakrie (left) usai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan di Jakarta./Dok. Kompas

FAKTANASIONAL.NET – Emiten andalan Grup Bakrie, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp503 miliar di sepanjang tahun 2025.

Angka tersebut mencerminkan lonjakan tajam sebesar 49,6 persen dibandingkan perolehan laba bersih tahun 2024 yang bernilai Rp336 miliar, atau terjadi penambahan keuntungan sebesar Rp167 miliar secara tahunan.

Lonjakan profitabilitas yang signifikan ini berhasil diraih meskipun pendapatan bersih Perseroan mengalami sedikit koreksi sekitar 3 persen menjadi Rp3,74 triliun.

Direktur Utama dan CEO BNBR, Anindya N. Bakrie, menilai performa ini membuktikan efektivitas strategi bisnis dan ketahanan operasional perseroan dalam meredam gejolak pasar global.

“Alhamdulillah, di tengah ketegangan geopolitik yang berkepanjangan, volatilitas pasar energi, gangguan rantai pasokan, dan perlambatan pertumbuhan global serta fragmentasi perdagangan yang meningkat, Perseroan mampu mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025,” ujar Anindya N. Bakrie usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan di Jakarta, Jumat (12/6).

Pundi-pundi pendapatan BNBR sepanjang tahun lalu ditopang oleh tiga pilar utama. PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group menjadi kontributor terbesar dengan sumbangan Rp2,2 triliun, disusul oleh PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Group sebesar Rp1,08 triliun, dan PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) Group senilai Rp464,21 milIar.

Ke depan, emiten ini berkomitmen mengarahkan fokus bisnisnya pada pembangunan infrastruktur fisik dan digital serta industri berkelanjutan berbasis kendaraan listrik dan energi hijau.