Remaja Nanga Tayap Ketapang Tewas Usai Alami Kecelakaan Tunggal di Jembatan Tambang Kayong

Petugas Kepolisian Sektor Nanga Tayap melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus kecelakaan tunggal yang menewaskan seorang pelajar di kawasan Jembatan Tambang Kayong Kabupaten Ketapang. (Dok. Ist)

FAKTANASIONAL.NET – Seorang remaja berusia 15 tahun berinisial GHB meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Jembatan Tambang Kayong Kecamatan Nanga Tayap Kabupaten Ketapang pada Minggu (21/6) malam.

Peristiwa kecelakaan lalu lintas maut yang menimpa pengendara di bawah umur tersebut terjadi secara tragis sekitar pukul 20.30 WIB.

Korban diketahui merupakan pelajar yang menetap dan berdomisili di Dusun Tebuar Desa Tajok Kayong Kecamatan Nanga Tayap.

Remaja belia tersebut mengalami insiden maut saat mengendarai sepeda motornya melintasi area Jembatan Tambang Kayong.

Akibat hantaman keras dalam kecelakaan tunggal itu korban langsung mengalami luka yang sangat serius di beberapa bagian tubuhnya.

Warga setempat yang kebetulan berada tidak jauh dari lokasi kejadian langsung bergegas memberikan pertolongan pertama kepada korban.

Mengingat luka yang diderita sangat fatal warga memutuskan untuk segera mengevakuasi korban menuju rumah sakit besar di Kota Pontianak.

Keputusan evakuasi rujukan ke Pontianak ini terpaksa diambil agar korban segera mendapatkan penanganan medis secara lebih spesifik.

Namun takdir berkata lain karena nyawa remaja tersebut sama sekali tidak dapat diselamatkan oleh tim medis.

Korban secara resmi dinyatakan meninggal dunia saat dirinya masih berada dalam perjalanan rujukan menuju rumah sakit.

Berdasarkan pemeriksaan awal korban diduga kuat mengalami pendarahan hebat pada bagian kepala akibat benturan keras di jalan raya.

Kepala Kepolisian Sektor Nanga Tayap Bagus Tri Baskoro mewakili Kepala Kepolisian Resor Ketapang Muhammad Harris membenarkan adanya peristiwa memilukan tersebut.

“Benar, telah terjadi lakalantas tunggal di kawasan Jembatan Tambang Kayong, sekitar pukul 20.30 WIB,” ujar Bagus saat dikonfirmasi pada Senin (22/6).

Bagus menjelaskan bahwa proses evakuasi medis langsung diupayakan secara maksimal oleh warga dan petugas sesaat setelah benturan nahas itu terjadi.

Sayangnya kondisi luka yang dialami oleh korban akibat insiden tragis tersebut memang sudah terlanjur sangat kritis.

“Iya benar, korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju Rumah Sakit di Pontianak. Saat ini jenazah korban sudah berada di rumah duka (Dusun Tebuar) untuk disemayamkan dan dimakamkan oleh pihak keluarga,” jelasnya.

(*Red)