FAKTANASIONAL.NET – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menyerahkan apresiasi kepada jajarannya dalam puncak pemberian penghargaan Hari Bhayangkara di Pontianak pada Minggu (28/6/2026).
Agenda penyerahan apresiasi kinerja satuan ini dilangsungkan usai pelaksanaan olahraga bersama yang terpusat di kawasan Car Free Day Ayani Megamal.
Penilaian prestasi pada ajang penghargaan Hari Bhayangkara di Pontianak tahun ini difokuskan pada kontribusi aparat penegak hukum di luar tugas keamanan konvensional.
Salah satu pencapaian yang paling disorot adalah keberhasilan Kepolisian Resor Bengkayang yang sukses keluar sebagai juara umum pada program ketahanan pangan.
Polres Bengkayang dinilai berhasil mencatatkan rekor kerja terbaik dalam kategori luasan lahan tanam, hasil panen produksi, hingga serapan gabah ke pihak Bulog.
Kepolisian juga memberikan apresiasi khusus terkait kelancaran penyaluran Kredit Usaha Rakyat yang telah difasilitasi oleh sejumlah satuan tugas di wilayah perbatasan.
Pada bidang kreativitas publik kompetisi video edukasi kepolisian dimenangkan oleh anggota perwakilan Polres Melawi bernama Ismayanti Hapsari Putri.
Posisi kedua dan ketiga pada kompetisi tersebut masing-masing diraih oleh peserta bernama Dedi Kurniadi dari Polres Kubu Raya serta Rahmad dari Polres Landak.
Wakapolda Kalimantan Barat Brigjen Pol Hindarsono yang datang mewakili Kapolda Irjen Pol Pipit Rismanto turut menyampaikan pesan khusus kepada seluruh penerima piala.
“Momentum ini bukan hanya menjadi ajang menjaga kesehatan jasmani, tetapi juga memperkuat sinergi, sportivitas, serta rasa bangga terhadap berbagai prestasi yang telah ditorehkan oleh personel, satuan kerja, dan mitra Polri dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian,” ujarnya.
Pihak penyelenggara turut memberikan piala khusus untuk pemenang lomba pembuatan video tarian kreasi dan sastra lisan yang mengangkat nilai kekayaan budaya lokal.
Keterlibatan para aparat penegak hukum dalam pelestarian budaya ini membuktikan komitmen institusi dalam menjaga kelestarian warisan tradisi leluhur daerah.
Berbagai kategori penghargaan ini sengaja dirancang untuk menunjukkan wajah kepolisian yang lebih adaptif, humanis, dan berakar kuat pada kearifan masyarakat lokal.
Langkah proaktif aparat wilayah dalam mendampingi isu pangan dan pelestarian kebudayaan menegaskan peran ganda korps berseragam cokelat ini di masyarakat.
Institusi penegak hukum daerah dituntut untuk terus berinovasi dalam memberikan karya serta bentuk pengabdian terbaik kepada seluruh lapisan warga.
(*Red)







