FAKTANASIONAL.NET — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melalui anak usahanya, PT Pelindo Sinergi Lokaseva, bersama sejumlah perusahaan logistik milik negara resmi menandatangani Shareholder Agreement (SHA) dan Akta Penggabungan Konsolidasi Logistik BUMN.
Prosesi penandatanganan tersebut dilangsungkan di Pos Bloc, Jakarta, pada Selasa (30/6/2026).
Langkah penggabungan ini melibatkan tujuh entitas logistik BUMN yang dilebur ke dalam satu wadah sebagai fondasi awal pembentukan holding logistik nasional.
Ketujuh perusahaan tersebut adalah PT Multi Terminal Indonesia (MTI) dan PT Prima Indonesia Logistik (PIL) dari Pelindo Group, PT Pos Logistik Indonesia (POSLOG), PT Sarana Bandar Logistik (SBL), PT KBN Prima Logistik (KPL), PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS), serta PT Krakatau Jasa Logistik (KJL). Dalam skema konsolidasi ini, PT Multi Terminal Indonesia disepakati sebagai entitas penerima penggabungan (surviving entity).
Senior Director Corporate Strategy PT Danantara Aset Manajemen, Aurelius Altius Rosimin, menyampaikan bahwa penyatuan kekuatan logistik pelat merah ini merupakan langkah strategis yang sejalan dengan kebijakan restrukturisasi dari Presiden Prabowo Subianto.
Tujuannya adalah untuk menciptakan struktur BUMN yang lebih terfokus, efisien, dan memiliki daya saing tinggi.
“Melalui konsolidasi kapabilitas, aset, dan jaringan perusahaan, hasil penggabungan ini diharapkan mampu menciptakan sinergi, meningkatkan kualitas layanan, serta memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi negara,” kata Aurelius dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Pada fase awal penggabungan, kepemilikan saham dalam struktur perusahaan konsolidasi ini mayoritas dikuasai oleh Pelindo Group dengan porsi sebesar 74,47 persen.
Selebihnya, kepemilikan dibagi kepada PT Krakatau Bandar Samudera sebesar 9,37 persen, PT Pos Indonesia (Persero) sebesar 9,24 persen, dan entitas lainnya sebesar 6,92 persen. Dengan porsi mayoritas tersebut, Pelindo memegang peran utama dalam mengawal transisi integrasi ini.
Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, menyatakan keoptimisannya bahwa integrasi ini dapat memperkuat interkoneksi rantai pasok di dalam negeri.
Sinergi ini juga ditargetkan dapat memangkas beban biaya logistik nasional yang selama ini dinilai masih tinggi.











