Polkam  

Elektabilitas Presiden Prabowo Subianto Terus Turun, SMRC: Penyebabnya Kinerja Buruk atas Program MBG dan KDMP

Pemerintah memastikan groundbreaking PSN Blok Masela dilaksanakan pada Kamis (16/7) sebagai langkah nyata percepatan proyek ketahanan energi nasional./(Foto: YouTube)

FAKTANASIONAL.NET – Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis pada 29 Juli 2026 menyebutkan elektabilitas Presiden Indonesia, Prabowo Subianto hanya 14,5%.

Angka ini di bawah Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi sebesar 35%.

Dengan begitu elektabilitas Prabowo Subianto terus turun selama sembilan bulan terakhir sejak dilantik menjadi Presiden Indonesia pada 20 Oktober 2025.

Elektabilitas Prabowo Indonesia turun akibat kinerjanya dinilai buruk oleh publik atas kondisi ekonomi, politik, penegakan hukum, dan pelaksanaan dua program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

“Penurunan elektabilitas Prabowo juga berdampak terhadap melemahnya elektabilitas Gerindra, partainya,” tulis SMRC.

Simulasi semi terbuka turun dari 34,9% pada survei November 2025 menjadi 14,5% pada survei Juli 2026.

Padahal, elektabilitas Dedi Mulyadi terus naik dari 19,7% menjadi 35% pada periode yang sama.

Namun, elektabilitas Prabowo Subianto lebih tinggi dibandingkan Anies Baswedan berada di posisi ketiga dengan elektabilitas 8,2%.