FAKTANASIONAL.NET – Ketua Umum Pasukan Gibran Indonesia (PAGI), Fritz Alor Boy, menyoroti sikap Presiden Prabowo Subianto di tengah gugatan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang sedang diperiksa Mahkamah Konstitusi (MK).
Ia mengingatkan bahwa posisi presiden dan wakil presiden merupakan satu kesatuan dalam sistem pemerintahan Indonesia.
Fritz menilai, proses pemakzulan tidak bisa hanya dipandang sebagai persoalan yang menyangkut Gibran. Menurutnya, presiden dan wakil presiden dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum sehingga konsekuensi ketatanegaraannya perlu dilihat dalam konteks pemerintahan secara keseluruhan.
“Presiden dan wakil presiden satu paket. Jika pemakzulan terjadi, keduanya turun bersamaan. Bukan satu hanya Gibran, tapi jatuhnya pemerintahan,” kata Fritz melalui unggahannya di Threads, Kamis, 1 Oktober 2026, dikutip dari FAJAR.CO.ID.
Pernyataan tersebut muncul saat Mahkamah Konstitusi kembali menggelar sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden 2024.
Fritz, yang diketahui mendukung Joko Widodo-Gibran Rakabuming Raka dan mengaku pernah mendukung pasangan Prabowo Subianto-Gibran pada Pilpres 2024, menyayangkan sikap Prabowo yang dinilainya belum menunjukkan keterbukaan terhadap persoalan hukum yang dihadapi wakil presiden.
Ia juga mengajak para pendukung Prabowo untuk menyikapi gugatan tersebut secara bersama-sama.











