FAKTANASIONAL.NET – Kalian pasti tahu siapa Ferdy Sambo. Tak perlu saya jelaskan lagi kasusnya. Saat Lapas Cibinong digerebek Ombudsman, ada kamar rasa hotel mewah. Banyak menyebut Sambo salah satu penghuninya. Ternyata, mantan jenderal polisi yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup itu menjadi“Prajurit Kristus”. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!
Dulu, namanya identik dengan perkara pembunuhan mengguncang Indonesia. Kini, ia muncul dalam suasana religius, mengangkat tangan memuji Tuhan. Publik pun bertanya-tanya, apakah ini perjalanan pertobatan seorang manusia, atau sekadar babak baru kehidupan seorang terpidana?
Kisahnya semakin dramatis setelah isu penjara mewah di Lapas Cibinong ramai diperbincangkan. Beredar dugaan adanya fasilitas menyerupai hotel, lengkap dengan televisi, kulkas, AC, bahkan kabar tentang rencana pembangunan gym dan lapangan golf mini. Kalau semua itu benar, penjara bisa-bisa berubah menjadi resor, sementara kebebasan menjadi satu-satunya fasilitas tidak tersedia!
Namun, pihak berwenang membantah Sambo menikmati fasilitas mewah tersebut. Ia disebut tinggal di sel biasa bersama narapidana lain. Hasil pemeriksaan menunjukkan bangunan dicurigai sebagai kamar mewah ternyata merupakan kantor pendeta, tempat berganti pakaian dan beristirahat.
Ketika anggota Komisi XIII DPR RI Tonny Tesar berkunjung, Sambo sendiri menunjukkan ruangan tersebut. Mengenakan kaus biru bertuliskan “Prajurit Kristus” di punggungnya. Ia tampak sehat, bugar, dan santai. Padahal, ia dilaporkan pernah mengalami tekanan darah mencapai 180 mmHg akibat stres dan kurang tidur, meski mengaku baik-baik saja.
Menurut penjelasannya, ruangan itu hanya berisi meja, kursi, dan satu unit AC. Saksi di lokasi juga menyatakan, tempat tersebut merupakan kantor pendeta, bukan kamar pribadi narapidana. Jadi, drama kamar hotel berbintang itu belum terbukti. Jangan sampai meja dan kursi ikut terseret perkara hanya karena salah alamat!
Sebelum menunjukkan ruangan, Sambo bersama anggota dewan mengikuti ibadah di Gereja Oikumene Terang Dunia dalam kompleks lapas. Sekitar 54 jemaat mengikuti kegiatan tersebut. Sambo disebut aktif memimpin doa dan berkhotbah. Ia juga sedang menempuh pendidikan magister teologi secara daring.
Di sinilah kontras kehidupan terasa begitu tajam. Seorang mantan jenderal terjerat perkara pembunuhan berencana kini memperdalam ilmu agama di balik jeruji. Kausnya menyebut dirinya prajurit Kristus. Sementara masa lalunya menjadi pengingat betapa manusia bisa terperosok jauh dari nilai-nilai kemanusiaan.











