Kepuasan Publik Prabowo-Gibran Cenderung Stagnan

Kepuasan Publik Prabowo-Gibran Cenderung Stagnan/dok.facebook

FAKTANASIONAL.NET – Menyongsong dua tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, tingkat kepuasan publik tercatat relatif tidak beranjak. Berdasarkan hasil survei terbaru yang dirilis oleh Poltracking Indonesia, angka kepuasan masyarakat terpantau jalan di tempat dalam kurun waktu dua bulan terakhir.

Tingkat kepuasan publik hanya mengalami kenaikan tipis sebesar 0,2 poin persentase, yakni dari 55,1 persen pada edisi Agustus menjadi 55,3 persen pada Oktober 2026. Di sisi lain, sebanyak 40,9 persen responden mengaku tidak puas dengan kinerja kabinet, sementara 3,8 persen lainnya memilih untuk tidak menjawab atau tidak tahu.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda menjelaskan, temuan tersebut dapat dipandang dari dua perspektif yang berbeda. Dari kacamata positif, pemerintah dianggap berhasil menjaga stabilitas dukungan. Namun secara kritis, angka tersebut menunjukkan adanya stagnasi yang menuntut adanya terobosan kebijakan baru.

“Ini kalau dibandingkan dengan data survei kami dari Agustus 2026 sampai dengan Oktober 2026, itu secara tren bisa dikatakan kesimpulannya adalah stabil. Tidak mengalami kenaikan, tetapi juga tidak turun. Jadi dalam bahasa yang lebih optimis, pemerintah berhasil mempertahankan stabilitas tingkat kepuasan tapi dengan diksi yang lebih berhati-hati buat pemerintah adalah ini stagnan, artinya perlu dicari terobosan untuk meningkatkan tingkat kepuasan ini,” ujar Hanta dalam paparan rilis survei nasional bertajuk “Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kepuasan, Kepercayaan, dan Ekspektasi Publik” secara virtual pada Senin (19/10/2026).

Kendati demikian, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah justru menunjukkan tren yang lebih kuat. Sebanyak 64,8 persen responden menyatakan percaya kepada kepemimpinan Prabowo-Gibran—meningkat dari angka 63,2 persen pada Agustus 2026 dan berada 9,5 poin di atas tingkat kepuasan publik.

“(Tingkat kepercayaan publik sebesar) 64,8 persen, angka ini adalah modal penting bagi pemerintahan untuk meningkatkan tingkat kepuasan. Kepercayaan ini menjadi modal bagi efektivitas jalannya sebuah pemerintahan,” tambah Hanta.

Penilaian Personal dan Alasan Kepuasan

Poltracking turut membedah tingkat kepuasan terhadap masing-masing pemimpin. Hasilnya, kinerja Presiden Prabowo Subianto mendapatkan angka kepuasan sebesar 52,3 persen, sedangkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berada di level 50,9 persen dengan selisih tipis 1,4 poin persentase.

Berdasarkan analisis alasan responden, faktor utama yang mendasari penilaian positif terhadap pemerintah adalah penyaluran bantuan sosial yang dinilai tepat sasaran (16,5 persen), disusul oleh implementasi Program Makan Bergizi Gratis atau MBG yang mencapai 15 persen.

Selain itu, optimisme publik terhadap kepemimpinan nasional juga terlihat dari aspek keyakinan. Sebanyak 64,7 persen responden meyakini kemampuan Presiden Prabowo dalam memimpin roda pemerintahan. Sebanyak 61,3 persen publik juga percaya bahwa kebijakan pemerintah berorientasi pada peningkatan taraf hidup masyarakat kecil, serta 62,1 persen menilai pemerintah cukup serius dalam mengurai berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Survei nasional Poltracking Indonesia ini dilaksanakan pada rentang waktu 30 September hingga 7 Oktober 2026 melalui metode wawancara tatap muka. Pengambilan sampel melibatkan 1.220 responden dengan metode multistage random sampling serta memiliki margin of error sekitar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.[sak]