Pemerintah Perlu Benahi PPDB Sistem Zonasi, Cegah Kekurangan

Ilustrasi pelajar

Selain itu, penting untuk meningkatkan pendanaan untuk infrastruktur dan kualitas guru, sehingga guru di sekolah negeri pinggiran memiliki kapasitas yang sama dengan guru di sekolah unggulan.

“Program guru penggerak, Balai Besar Guru Penggerak, dan lainnya harus kerja kolaboratif terkait ini. Termasuk juga bisa muncul program program pertukaran guru. Misal, guru sekolah unggulan coba ngajar di sekolah non-unggulan, sebaliknya guru di sekolah pinggiran “magang” mengajar di sekolah yang dilabeli unggulan,” ungkapnya.

Namun bisa juga sister school, bukan cuma sekolah kita dengan sekolah dari luar negeri, tapi sekolah yang dianggap unggulan dengan sekolah lain di Indonesia atau di daerah setempat.

Edi juga menyarankan adanya diversifikasi kekhasan sekolah di masa depan. Misalnya, sekolah yang membuka kelas khusus untuk calon atlet berbakat harus memiliki porsi jalur khusus lebih besar. Sekolah yang menekankan pada STEM (science, technology, engineering, and math) dapat membuka porsi jalur tes akademik atau prestasi lebih besar dibanding jalur zonasi setempat.

Begitu juga sekolah yang menekankan pada seni atau budaya, dapat memiliki diskresi proporsi jalur bakat dan minat seni yang lebih banyak.

“Sekolah yang menekankan pada seni atau budaya, bisa juga dibuat diskresi proporsi jalur bakat dan minat seni lebih banyak dibanding sekolah lain,” tandasnya.

Exit mobile version