Tak hanya itu, ia juga menitip pesan agar para pengurus RT/RW menaruh perhatian besar terhadap kebakaran yang kerap terjadi di wilayah Jakarta.
Perlu adanya edukasi dan menggerakkan pemberdayaan masyarakat untuk turut melakukan pencegahan serta penanganan kebakaran sederhana bersama Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta melalui berbagai sosialisasi, mulai dari penggunaan instalasi listrik ber-SNI (Standar Nasional Indonesia) hingga pelatihan penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan).
“Saya sudah sampaikan, 66% kebakaran di DKI Jakarta akibat korsleting listrik, kabel yang kurang baik, dan lain-lain. Saya juga titip masalah kesehatan, stunting, dan kebersihan untuk menjadi perhatian di semua lini. Peran aktif para pengurus RT dan RW sangat diperlukan dalam memastikan keberhasilan setiap program yang dijalankan,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Lomba Penilaian RT/RW Terbaik tingkat Provinsi dalam Gerakan Tertib Administrasi Kependudukan di Provinsi DKI Jakarta telah terlaksana dengan baik. Kegiatan tersebut berlangsung pada 18 Juli 2024-21 Agustus 2024 dengan tujuan memberikan penghargaan kepada pengurus RT/RW yang berdedikasi dan berprestasi dalam gerakan tertib administrasi kependudukan di wilayahnya.
Tahapan seleksi penilaian dilakukan mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, kota, dan provinsi. Kemudian, didapatkan tiga peserta terbaik di tingkat provinsi dari setiap kota/kabupaten. Pada tingkat provinsi, proses penilaian dilakukan dengan cermat dan objektif oleh dewan juri dari berbagai unsur kelembagaan, yaitu Pemprov DKI Jakarta, Kementerian Dalam Negeri, Kejaksaan Tinggi, Kodam Jaya, dan Polda Metro Jaya.
Adapun kriteria penilaian yang telah ditetapkan, yaitu cakupan dokumen kependudukan, peran RT/RW dalam pemanfaatan aplikasi layanan adminduk serta kegiatan penataan dokumen kependudukan sesuai domisili, integritas, pengadministrasian layanan adminduk, penciptaan inovasi layanan adminduk, dan penilaian wilayah.[ald]
