KADANG saya berpikir, kenapa kita terlalu memaksakan hidup harus berjalan sesuai dengan apa yang kita mau?
Pekerjaan harus selesai hari ini. Ide harus langsung jadi tulisan. Rencana harus segera terlaksana. Masalah harus cepat menemukan jawaban. Seolah-olah kalau hari ini belum selesai, berarti kita gagal.
Padahal, tidak selalu begitu.
Ada hal-hal yang memang tidak bisa dipaksa. Ada sesuatu yang hari ini belum mampu kita selesaikan, bukan karena kita tidak mampu, tetapi mungkin memang waktunya belum sampai.
Saya sendiri sering belajar dari keadaan seperti itu.
Ketika pikiran terlalu penuh, biasanya apa pun yang dikerjakan terasa berat. Mau menulis tidak menemukan kata. Mau mengambil keputusan malah semakin bingung. Mau menyelesaikan masalah justru membuat kepala semakin berisik.
Di titik seperti itu, mungkin kita tidak membutuhkan jawaban.
Kita hanya membutuhkan jeda.
Jangan terlalu dipikirkan.
Bukan berarti masalahnya dibiarkan. Bukan pula berarti kita menjadi orang yang tidak bertanggung jawab. Tetapi ada waktunya kita berhenti sebentar agar bisa melihat persoalan dengan kepala yang lebih tenang.
Mungkin saja setelah kau berlibur, setelah kau pergi sebentar dari rutinitas, setelah kau tidur dengan cukup, atau sekadar duduk menikmati kopi tanpa memikirkan pekerjaan, tiba-tiba ada sesuatu yang muncul di kepala.
Jawaban yang kemarin dicari ke mana-mana ternyata datang ketika kita berhenti mencarinya.
Saya percaya, manusia bukan mesin.
Kita tidak harus setiap hari menghasilkan sesuatu. Ada hari untuk bekerja, ada hari untuk belajar, ada hari untuk mengejar sesuatu, dan ada pula hari untuk sekadar menikmati hidup.
Sebab kalau setiap hari hanya diisi dengan mengejar target, kapan kita punya waktu untuk menikmati apa yang sudah kita perjuangkan?
