“Penurunan daya beli ini terlihat jelas dari pertumbuhan kredit yang melambat, terutama pada sektor UMKM. Selain itu, indeks PMI yang terus menurun juga menunjukkan bahwa aktivitas produksi di sektor manufaktur mengalami kontraksi,” ungkapnya.
Anis menyoroti bahwa fenomena deflasi ini perlu ditangani secara serius oleh pemerintah dan Bank Indonesia. Untukitu dirinya mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan untuk menunda kenaikan PPN yang semula direncanakan pada tahun 2025. Menurutnya, kenaikan PPN dapat semakin menekan daya beli masyarakat. Bank Indonesia perlu kembali menurunkan suku bunga acuan untuk mendorong pertumbuhan kredit dan investasi.
Pemerintah perlu mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan daya beli masyarakat, misalnya melalui program bantuan sosial atau subsidi. Memberikan dukungan lebih besar kepada UMKM untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.
“Pemerintah dan Bank Indonesia harus segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah deflasi ini. Jika tidak, kondisi perekonomian Indonesia bisa semakin memburuk,” tegas Anis. [dnl]
