Ketiga elemen kunci itu, Amran mengungkap dalam paparannya terdiri dari elemen kota layak huni yang inklusif dan berkebudayaan, kedua, green city yang memiliki ketahanan ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat (trantibumlinmas).
“Serta yang ketiga yaitu pelayanan pemerintah berbasis digital untuk memacu kesejahteraan masyarakat,” ungkap Amran.
Tiga elemen kunci pengembangan kota cerdas, terangnya, merupakan fokus pembinaan dalam penyelenggaraan kawasan perkotaan sejalan dengan amanat PP Nomor 59 Tahun 2022 tentang Perkotaan sekaligus penerapan SNI ISO 37122 tentang Kota Cerdas.
“Paralel dengan hal itu, kita menyadari bahwa untuk mewujudkan inovasi dan utilisasi teknologi kita membutuhkan kolaborasi, baik antar negara anggota ASEAN maupun dengan negara mitra seperti Jepang pada kesempatan ini,” sambung Amran.
Masih disela-sela forum tersebut, Amran juga turut menyampaikan kemajuan perkembangan kota cerdas kepada Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang di KBRI Tokyo.
“Saat ini terdapat empat piloting pemerintah daerah sebagai CSCO, yaitu Jakarta, Makassar, Banyuwangi dan Sumedang ke depan telah kita siapkan skema maturasi kota cerdas untuk semua Pemda,” ujarnya.
“Diskusi dengan Bapak Dubes semakin membuka peluang untuk menjembatani perluasan investasi dan kolaborasi, khususnya melalui pendekatan comprehensive strategic partnership yang melibatkan kolaborasi dengan sektor privat maupun sektor publik,” tutup Amran.[zul]
