Maharani Kemala Bersikap Tegas: Uang Rp 10 Miliar Untuk Investasi Produktif di Bali

Maharani Kemala/(Instagram)

Maharani Kemala menyatakan, “Uang Rp 10 miliar itu bisa jadi aset produktif, bisa membeli sawah di Tabanan berhektare-hektare. Tanam padi biar ekosistem tetap bagus di Bali. Saat panen, padi kita kasih ke petani biar bisa dinikmati juga.” Penjelasan ini menunjukkan bahwa bagi Maharani, dana tersebut bukanlah modal untuk tindakan negatif seperti menyuap pihak kepolisian, melainkan sebagai sarana investasi untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Ia pun menambahkan bahwa penggunaan uang tersebut dengan cara yang produktif akan memberikan dampak positif bagi sektor pertanian dan pelestarian lingkungan di Bali.

Maharani juga mengungkapkan kebingungannya terhadap tuduhan penyogokan, terutama di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang sedang menantang. “Ekonomi Indonesia juga lagi enggak baik-baik saja, masa dibilang nyogok polisi? Polisi mana yang disogok Rp 10 miliar, kasihan kan citra polisi,” ujarnya dengan tegas.

Lebih lanjut, Maharani menegaskan bahwa dana tersebut dapat dialihkan untuk investasi yang lebih menguntungkan. Ia menjelaskan, “Diberikan ke @tuniangbali pakai staf-staf, belum lagi tanah semakin tahun nilainya semakin naik. Hidup happy, tenang.

Dikiranya uang Rp 10 miliar itu sedikit, dikira metik uang atau bagaimana?” Unggahan ini tidak hanya menolak tuduhan yang beredar, melainkan juga menampilkan strategi investasi yang cerdas.

Dengan membeli tanah pertanian di Tabanan, Maharani berharap dapat menciptakan nilai tambah melalui pertanian modern yang sekaligus menjaga lingkungan. Selain itu, ia juga mengaku telah menghubungi akun Instagram @suaranetizenind_ untuk meminta bukti konkret terkait klaim bahwa ia menjadi salah satu sponsor yang memberikan uang Rp 10 miliar kepada pihak kepolisian.

Langkah ini menunjukkan komitmennya terhadap keterbukaan informasi dan transparansi dalam menghadapi isu-isu yang beredar.[dit]

Exit mobile version