Prihatin Atas Insiden Kecelakaan Bus Jemaah Umrah Indonesia di Arab Saudi, DPR Sampaikan Beberapa Catatan

Kondisi bus jemaah Indonesia yang mengalami kecelakaan di Arab Saudi dan menyebabkan timbulnya korban jiwa/Dok.Kemenlu RI.

“Kita tahu bahwa ketika musim haji terkadang ada sopir yang tidak melalui proses sertifikasi. Mereka tidak paham rute atau mengabaikan aturan keselamatan, dan ini tentu akan menjadi catatan penting Komisi VIII DPR saat mengevaluasi dengan pemerintah,” kata Maman.

Selain itu, ia menekankan peran penting pemandu atau muthowif dalam menjaga keselamatan jemaah. Menurutnya, para pemandu harus aktif mengingatkan sopir agar berkendara dengan hati-hati dan memastikan kendaraan yang digunakan berada dalam kondisi layak jalan.

“Para muthowif juga harus bertanggung jawab mengecek kondisi kendaraan sebelum dipakai jemaah. Jangan asal memilih kendaraan hanya karena murah, tetapi abai pada aspek keselamatan,” imbuhnya.

Di akhir pernyataannya, Maman kembali menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban kecelakaan bus tersebut dan berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Semoga tidak ada lagi korban seperti ini. Kita semua harus terus berupaya meningkatkan keselamatan bagi para jemaah,” tutupnya.[zul]

 

Exit mobile version