Gempa Asia Tenggara: Buka-Bukaan Kepala BMKG tentang Kejadian di Myanmar & Thailand

Gempa Guncang Asia Tenggara/(ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Gempa bumi yang mengguncang Asia Tenggara akhir-akhir ini telah mengundang perhatian publik dan para ahli gempa, terutama setelah Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, membuka-bukaan mengenai rangkaian peristiwa tersebut.

Berdasarkan laporan dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa berkekuatan magnitudo 7,7 terjadi pada Jumat, 28 Maret pukul 13:00 waktu setempat di wilayah dekat Mandalay, Myanmar.

Dengan kedalaman sekitar 10 km, peristiwa tersebut terjadi tidak jauh dari kota Mandalay yang berpenduduk sekitar 1,5 juta jiwa.

Tak berhenti sampai di situ, gempa susulan berkekuatan magnitudo 6,4 tercatat 12 menit kemudian, sementara beberapa gempa yang lebih sedang pun muncul sesaat setelahnya.

Gempa yang terjadi ini merupakan contoh dari fenomena doublet earthquake, yakni dua peristiwa gempa dengan magnitudo hampir sama yang terjadi dalam waktu singkat dan di lokasi yang berdekatan.

Keunikan fenomena ini terletak pada kemampuan gelombang gempa untuk menyebar ke wilayah yang jauh.

Bahkan, getaran gempa dirasakan hingga ke wilayah tengah dan utara Thailand, termasuk kota Bangkok, serta menyentuh Provinsi Yunnan di barat daya China.

Menurut Daryono, kerusakan yang terjadi di Bangkok, meskipun jaraknya ratusan kilometer dari episentrum, disebabkan oleh efek vibrasi periode panjang.

Exit mobile version