KALBAR, FAKTANASIONAL.NET – Dalam beberapa waktu terakhir, Indonesia kembali digemparkan oleh peristiwa teror terhadap jurnalis.
Insiden terbaru terjadi pasca penayangan laporan investigasi mendalam oleh media online FaktaKalbar.Id mengenai aktivitas tambang emas ilegal di Kalimantan Barat.
Laporan tersebut tidak hanya mengungkap praktik pertambangan yang tidak sesuai aturan, namun juga menyoroti sosok pengusaha berinisial AS yang diduga sebagai otak di balik rangkaian kegiatan ilegal tersebut.
Eksklusifnya, Executive Chairman Media Fakta Group, Andi Way, menjadi korban langsung dari aksi intimidasi yang terjadi secara sistematis dan brutal.
Menurut keterangan Way, peristiwa mengerikan itu terjadi pada Kamis malam, 3 April 2025. Sekitar 12 orang yang datang ke rumah orang tua Way di kawasan Pontianak Selatan menuntut agar berita mengenai AS segera diturunkan.
Tidak hanya itu, kelompok yang sama juga menyerbu kediaman Way dan mengeluarkan ancaman yang sangat mengkhawatirkan.
Salah satu ancaman yang dilontarkan melalui panggilan telepon berbunyi, “Nanti kusikat kau. Bapakmu juga kusikat,” yang semakin membuat rasa takut menjalar ke seluruh keluarga Way.
Dampak Terhadap Kebebasan Pers dan Integritas Jurnalisme
Insiden teror ini bukan hanya menjadi pukulan berat bagi Andi Way secara pribadi, tetapi juga merupakan cermin dari tekanan yang terus berlangsung terhadap kebebasan pers di Indonesia.
Tindakan intimidasi seperti yang menimpa Way dianggap sebagai upaya untuk membungkam jurnalisme investigatif yang berani mengungkap praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.
Dalam laporan investigasi FaktaKalbar.Id yang tayang pada 26 Maret 2025, disebutkan bahwa AS diduga mengendalikan sejumlah operasi tambang ilegal, termasuk pengelolaan bauksit dan emas tanpa izin resmi, sekaligus mendistribusikan logam mulia secara ilegal melalui jaringan perusahaan cangkang.
