Sementara itu, Presiden AS Donald Trump sempat menyatakan bahwa negosiasi terkait masa depan TikTok di AS masih berjalan dan berpotensi menunda ekspansi lebih lanjut.
Di sisi lain, undang-undang AS yang mengharuskan pemisahan aset TikTok dari ByteDance memacu perusahaan untuk memperkuat pijakan di pasar non-Amerika.
Jepang, dengan tingkat penetrasi internet tinggi dan budaya mobile shopping yang kuat, menjadi target strategis untuk pertumbuhan e-commerce global TikTok.
Dengan model live commerce yang interaktif dan fitur algoritma rekomendasi pintar, TikTok Shop punya peluang besar memenangkan hati konsumen Jepang—khususnya generasi muda yang gemar berbelanja via smartphone.[dit]
