Investor kini menantikan rilis data cadangan minyak AS dari API dan EIA. Jika stok naik lagi sebesar 500.000 barel, ini akan menjadi kenaikan kelima berturut-turut, yang dapat memperpanjang tren bearish.
Ditambah, aksi korporasi seperti pemangkasan 20.000 pekerja UPS dan penundaan outlook GM menambah ketidakpastian makroekonomi. Kondisi ini memperlihatkan bahwa tekanan fundamental dan geopolitik masih mendominasi pergerakan harga minyak.
Dalam jangka pendek, volatilitas harga minyak akan tetap tinggi seiring negosiasi OPEC+ dan dinamika perang dagang.
Pelaku pasar disarankan memantau data cadangan dan perkembangan kebijakan untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.[dit]
