FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah terus mencari formulasi fiskal yang tepat untuk mempercepat transisi energi di sektor transportasi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengusulkan adanya diferensiasi perlakuan pajak antara kendaraan berbasis bahan bakar minyak (BBM) dan kendaraan listrik (EV).
Sebagaimana dilaporkan dalam acara Sinergi Alumni IPB (2/5). Bahlil menekankan bahwa kebijakan ini bukan sekadar insentif, melainkan instrumen strategis untuk mengurangi ketergantungan pada impor minyak mentah yang selama ini membebani neraca perdagangan nasional.
Menurut Bahlil, kendaraan listrik menawarkan efisiensi operasional yang jauh lebih tinggi bagi masyarakat sekaligus ramah lingkungan.
Dengan memberikan perbedaan tarif pajak yang signifikan, pemerintah berharap pola konsumsi energi masyarakat akan bergeser secara natural dari fosil menuju energi terbarukan. Langkah ini dinilai akan memperkuat ketahanan fiskal negara melalui pengurangan subsidi BBM di dalam APBN.
