Operasi Haji 2026 Memasuki Hari ke-11: 62 Ribu Jemaah Tiba di Saudi, Pemerintah Perketat Pengawasan Haji Ilegal

Foto ilustrasi haji/net.

FAKTANASIONAL.NET – Penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M telah memasuki hari kesebelas operasional dengan kondisi yang terpantau stabil dan terkendali.

Hingga akhir April 2026, sebanyak 62.193 jemaah Indonesia yang tergabung dalam 159 kelompok terbang (kloter) dilaporkan telah mendarat di Arab Saudi.

Saat ini, fokus pergerakan jemaah mulai bergeser secara bertahap dari Madinah menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib dan persiapan rangkaian puncak haji.

Pengawasan Ketat Layanan dan Tindakan Tegas Haji Ilegal

Juru Bicara Kementerian Haji (Kemenhaj), Maria Assegaff, menegaskan bahwa seluruh aspek layanan, mulai dari akomodasi hingga transportasi, berada di bawah pengawasan ketat pemerintah.

Di samping itu, pemerintah juga memberikan peringatan keras terhadap praktik pemberangkatan jemaah secara non-prosedural.

Maria menyatakan bahwa Satgas Pencegahan Haji Ilegal tengah bergerak aktif melakukan pengawasan lintas instansi untuk memitigasi risiko penipuan visa. Sanksi berat menanti bagi pihak-pihak yang melanggar aturan.

“Kemenhaj tidak akan menoleransi segala bentuk aktivitas non-prosedural atau haji ilegal. Bagi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) yang melanggar aturan, pemerintah tidak segan-segan untuk menjatuhkan sanksi berat hingga pencabutan izin operasional demi menjamin perlindungan maksimal bagi seluruh jemaah,” tegas Maria.

Waspada Cuaca Panas 39 Derajat Celsius

Selain masalah keamanan, faktor kesehatan menjadi prioritas utama mengingat suhu di Tanah Suci kini mulai menyentuh angka 39°C.

Jemaah diimbau untuk disiplin menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti payung dan masker, serta menjaga hidrasi dengan konsumsi air putih yang cukup agar tetap fit hingga puncak ibadah nanti.

Untuk menunjang kesehatan jemaah, tim medis tetap bersiaga penuh memberikan layanan rawat jalan maupun rujukan ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan Rumah Sakit Arab Saudi, dengan prioritas khusus bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas.

Exit mobile version