Mau Cari Beasiswa dan Pendidikan Islam Berkualitas? Yuk Hadiri EduNation Fest 2025

Kagiatan launching EduNation Fest 2025/zul-fkn.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan keunggulan masa lalu. Masa depan butuh pendekatan yang berakar kuat pada nilai, tapi juga lentur terhadap perubahan.”

Senada dengan itu, Ustaz Nafi’i Zainuddin, Lc., M.Hi, Ustadz Pembina PULDAPII , menambahkan bahwa tantangan masa depan membutuhkan kualitas sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga matang secara spiritual dan emosional.

“Lembaga pendidikan Islam harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga kokoh dalam akidah dan akhlak. Inilah kunci untuk membangun peradaban Islam yang unggul di tengah era disrupsi,” tegasnya.

Hal ini juga ditegaskan oleh Ustaz Yusuf Utsman Baisa, Lc, Ustadz Pembina KOPIN, yang menyoroti pentingnya penanaman nilai dan adab sejak dini di tengah pesatnya arus informasi dan perkembangan teknologi.

“Kemajuan teknologi memang tak terelakkan. Tapi jika tidak dibarengi dengan pendidikan akhlak yang kuat, generasi kita akan kehilangan arah. Maka penting bagi sekolah-sekolah Islam untuk menjadi benteng sekaligus jembatan yang membekali anak dengan ilmu dan iman,” ungkapnya.

Sementara itu CEO DAC Events, Deddy Andu mengungkapkan bahwa EduNation Fest 2025 bukan hanya sebuah pameran, tetapi juga sebuah gerakan kolaboratif untuk membangun pendidikan Islam yang inklusif, berkualitas, dan selaras dengan tuntutan zaman.

Dengan konsep hybrid yang memadukan pendekatan B2B (business to business) dan B2C (business to consumer), EduNation Fest tidak hanya menyasar masyarakat umum yang ingin mencari sekolah terbaik atau informasi beasiswa.

“Alhamdulillah puluhan sekolah Islam peserta pameran juga telah hadir dalam rangkaian agenda Launching Pameran & FGD Road to Deklrasai KOPIN kali ini,” kata Deddy Andu.

“EduNation Fest 2025 akan menjadi wadah strategis bagi para pelaku pendidikan, institusi, dan pemangku kepentingan untuk saling terhubung, memperluas jejaring, serta menyusun langkah bersama dalam merancang masa depan pendidikan Islam yang lebih terintegrasi dan berdaya saing global,” lanjut dia.[zul]

Exit mobile version