Kebakaran pertama kali diketahui muncul dari pohon pinus yang terbakar tanpa sengaja yang kemudian apinya merambat luas ke rumput dan ladang di sekitarnya. Seluas kurang lebih 1 hektar lahan terbakar.
BPBD Kabupaten Toba segera menuju lokasi kejadian untuk segera memadamkan api dengan membawa pompa gendong dan alat pemukul api. Api dapat segera dipadamkan.
Meski sudah aman, Satgas BPBD Kabupaten Toba masih berjaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi jika lahan kembali terbakar dan melebar ke rumah penduduk.
Sementara 6 kejadian lainnya merupakan pengkinian dari kejadian yang telah terjadi sebelumnya.
Pencarian korban bencana Tanah longsor di Galian C Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat masih dilakukan hingga hari ini, Rabu (4/6). Hingga saat ini 21 korban ditemukan meninggal dunia, 4 jiwa masih dalam pencarian, dan 11 orang luka-luka.
Pencarian korban Banjir bandang di Kabupaten Arfak, Papua Barat yang telah dilaksanakan selama 14 hari mulai 17 hingga 30 mei 2025 resmi dihentikan. Sebanyak 16 jiwa ditemukan meninggal. Sementara 4 jiwa yang masih hilang dinyatakan meninggal dunia oleh tim gabungan.
Berdasarkan data prakiraan cuaca dari BMKG untuk tiga hari ke depan hingga 6 Juni 2025, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan masih berpotensi mengalami cuaca ekstrem meski sudah memasuki musim kemarau. Adapun wilayah yang berpotensi mengalami fenomena tersebut meliputi Sumatra bagian tengah dan selatan, sebagian besar wilayah Jawa, Kalimantan bagian timur dan selatan, Sulawesi bagian tengah dan selatan, serta Papua bagian barat. Musim kemarau yang memang belum merata di beberapa daerah juga dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
BNPB mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi baik basah maupun kering. Pemerintah daerah bersama BPBD dan instansi terkait diharapkan terus memastikan kesiapan jalur evakuasi, logistik, dan sarana prasarana penanganan darurat.
