Menurut Thomas, strategi pembiayaan tahun ini dijalankan secara hati‑hati dan fleksibel. Pemerintah menerapkan prefunding untuk memperkuat cadangan kas, pengelolaan komposisi mata uang, dan diversifikasi instrumen utang. Langkah-langkah ini bertujuan agar beban bunga terukur dan profil jatuh tempo utang terdistribusi merata.
menegaskan bahwa desain defisit 2,53% dari PDB tetap terjaga, sementara surplus keseimbangan primer pada Mei tumbuh jadi Rp 192,1 triliun.
Meski begitu, percepatan penarikan utang menimbulkan pertanyaan soal ruang fiskal ke depan, terutama jika tekanan global berlanjut dan penerimaan negara terkoreksi akibat perlambatan ekonomi.
Pemerintah menegaskan akan menyeimbangkan kebutuhan pembiayaan dengan prinsip kehati‑hatian demi keberlanjutan fiskal.[dit]
