Maskapai Alih Rute Demi Keamanan, Hindari Udara Timur Tengah

Maskapai Penerbangan/(ilustrasi/@pixabay)

INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET – Dalam sepekan terakhir, sejumlah maskapai komersial global memilih jalur terbang memutar untuk menghindari wilayah udara Timur Tengah.

Keputusan ini dipicu serangan Amerika Serikat ke fasilitas nuklir Iran pada Minggu (22/6/2025).

Data FlightRadar24 mencatat pola pengalihan mulai berlaku sejak pekan lalu, ketika ketegangan rudal antara Iran, Irak, Suriah, dan Israel semakin memuncak.

FlightRadar24 melaporkan bahwa penerbangan komersial kini menghindari koridor udara Iran, Irak, Suriah, dan Israel.

Sebagai gantinya, pesawat menggunakan jalur utara melewati Laut Kaspia atau selatan via Mesir–Arab Saudi. Meski lebih aman, rute alternatif ini menambah durasi penerbangan dan konsumsi bahan bakar.

Pengalihan rute berdampak signifikan pada biaya operasional. Waktu tempuh bertambah rata-rata 1–2 jam, sementara maskapai harus menyiapkan ekstra bahan bakar dan tunjangan kru.

Safe Airspace (OPSGROUP) pun memperingatkan risiko meningkatnya operasional bagi maskapai AS, yang bisa berhadapan respon militer Iran atau kelompok proksi seperti Hizbullah.

Exit mobile version