“Kita harus memonitor terus perkembangan harga gandum, jagung, dan kedelai di pasar internasional,” ujarnya, menggarisbawahi perlunya diversifikasi sumber impor dan peningkatan produksi lokal.
Kebijakan pro rakyat, seperti subsidi pupuk dan bantuan benih untuk petani kecil, dinilai berhasil menjaga produktivitas pertanian. Sementara itu, langkah pengaturan stok pangan di gudang Bulog dan optimalisasi logistik melalui tol laut memastikan distribusi tepat waktu ke daerah terpencil.
Pemerintah juga menyiapkan skenario darurat jika terjadi lonjakan harga atau gangguan distribusi jangka pendek.
Dengan menjaga sinergi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil, Indonesia mampu menyerap gejolak harga dunia sambil terus memperkuat kemandirian pangan. Langkah pencegahan diproyeksi menjadi kunci agar sektor pangan tetap stabil di tengah dinamika geopolitik global.[dit]
