Kebijakan ini bagian dari strategi yang lebih luas dalam perang dagang global. Dengan opsi “ambil atau tinggalkan,” negara mitra akan dihadapkan pada keputusan sulit: mengikuti permintaan AS atau menanggung risiko kenaikan tarif hingga 70 persen per 1 Agustus 2025.
Keputusan Trump mengirim surat daripada pertemuan tatap muka menurutnya “lebih praktis dan efisien.”
Namun, langkah ini diprediksi memicu ketegangan baru di pasar keuangan dan memaksa negara-negara tersebut menyiapkan skenario proteksi ekonomi.[dit]
