Sementara pejabat Iran mengklaim keberhasilan strategi gabungan rudal dan drone bunuh diri yang membebani sistem pertahanan Israel.
Menurut laporan, efektivitas intersepsi IDF meningkat dari 2–2,5% pada 13–14 Juni menjadi 16% pada 19 Juni 2025, seiring menurunnya stok rudal anti-pesawat Israel dan adopsi persenjataan lebih modern oleh Iran. Meskipun begitu, peningkatan penetrasi menunjukkan tantangan serius bagi pertahanan udara Israel.
Analisis Oregon State University mengungkap dimensi baru dalam konflik Iran–Israel, menyoroti efektivitas rudal Iran meski tingkat intersepsi yang tinggi.
Laporan final dijadwalkan terbit dalam dua pekan mendatang, sekaligus menawarkan data lapangan tambahan untuk verifikasi.[dit]
