Setelah memisah dua lini penyidikan, KPK fokus pada layanan cloud, sedangkan Kejaksaan Agung memproses pengadaan perangkat keras. Dari empat tersangka Chromebook—termasuk eks pejabat direktorat dan stafsus menteri—hanya dua ditahan; satu lainnya, Jurist Tan, masih berada di luar negeri.
Pengembangan penyelidikan Google Cloud menjadi sinyal kuat KPK dalam membidik seluruh rangkaian belanja digital kementerian. Jika terbukti ada kejanggalan, KPK dapat menetapkan tersangka baru dan mengusut lebih dalam mekanisme alokasi anggaran publik.
Selain sanksi pidana, lembaga antikorupsi juga berpotensi merekomendasikan perbaikan prosedur lelang supaya kasus serupa tidak terulang.
Dengan kerja keras penyidik di Gedung Merah Putih, masyarakat menanti hasil lidik sebagai bagian upaya menjaga akuntabilitas sektor pendidikan. Semangat keterbukaan anggaran publik akan menjadi barometer kredibilitas Kemendikbudristek ke depan.[dit]
