Harga Perak Bergerak Dinamis: Dari Puncak 14 Tahun hingga Tekanan Dolar

Harga Perak Bergerak Dinamis: Dari Puncak 14 Tahun hingga Tekanan Dolar/(instagram)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Harga perak mencatat fluktuasi signifikan pada Juli 2025. Pada Senin (14/7), harga mencapai US$39,10/ons, level tertinggi sejak 2011, dipicu kekhawatiran tarif AS terhadap Uni Eropa dan Meksiko. Namun, penguatan ini tak bertahan lama: pada Jumat (18/7), harga turun ke US$38,17/ons, lalu sempat menyentuh US$37,71 pada hari berikutnya.

Ancaman tarif 30% terhadap impor Uni Eropa dan Meksiko membuat investor beralih ke aset safe‑haven, termasuk perak dan emas. “Ancaman tarif Trump mendukung permintaan safe‑haven, dan emas jadi penerima manfaat utama,” kata analis UBS Giovanni Staunovo. Aliran spekulatif mendorong perak menembus level resistensi teknis sebelum terkoreksi.

Setelah koreksi singkat akibat menguatnya indeks dolar AS (membuat logam batangan lebih mahal bagi pemegang mata uang lain), perak kembali menguat dalam tiga hari perdagangan berikutnya. Menurut ahli komoditas WisdomTree, Nitesh Shah, perak memiliki fundamental kuat: defisit pasokan dan permintaan industri, terutama sektor surya, terus meningkat. Dengan tren energi terbarukan, perak diprediksi tetap diminati dalam jangka panjang.

Exit mobile version