Sementara di Desa Labaksiu Kidul, Tegal, sebanyak 315 jiwa terdampak akibat menyusutnya debit air.
BPBD di kedua wilayah tersebut telah bergerak cepat dengan mendistribusikan air bersih kepada warga yang membutuhkan.
BNPB juga memberikan pembaruan terkait aktivitas vulkanik Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga: BNPB: Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air Tanggal 27 Juli 2025
Erupsi kembali terjadi pada Sabtu (2/8) dini hari, menyemburkan kolom abu setinggi 18.000 meter ke arah barat daya.
Status gunung masih berada di Level IV (AWAS), dan erupsi ini menyebabkan penundaan serta pembatalan 24 jadwal penerbangan di Bandara Ngurah Rai, Bali.
Menyikapi sejumlah bencana karhutla dan kekeringan, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk selalu waspada dan siap siaga.
Sejumlah wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, dan NTT memiliki tingkat kemudahan terbakar yang tinggi.
Masyarakat diimbau untuk tidak merokok dan membuang puntung sembarangan. Masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan pembakaran secara sengaja untuk membuka lahan.
Terkait bahaya hidrometeorologi basah, warga diimbau untuk selalu memutakhirkan informasi prakiraan cuaca apabila akan beraktivitas di luar ruangan, terutama di wilayah dengan potensi hujan sedang hingga lebat.
Jika sedang terjadi hujan deras disertai angin kencang, jangan berteduh di dekat pohon maupun bangunan yang terlihat tidak kokoh. Jauhi pula lokasi-lokasi yang berdekatan dengan lereng yang mudah longsor.
Bagi warga yang tinggal di lereng gunung berapi, selalu waspada akan adanya bahaya banjir lahar dingin dan ikuti arahan dari pemerintah setempat.
Kejadian-kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana di Indonesia.
Baca Juga: Tinjau Karhutla Riau, Kepala BNPB Perkuat Amunisi Satgas Karhutla
(*Red)
