Salah satu program andalan adalah penguatan koperasi daerah putih yang kini sudah mencapai hampir 80 unit. Koperasi ini akan menjadi pusat distribusi buku, sembako, layanan simpan pinjam, hingga penyediaan armada operasional.
“Kita ingin geliat ekonomi itu dimulai dari rakyat, dari desa, dari kelurahan. Kalau program ini dijalankan secara konsisten, konsumsi akan meningkat, daya beli masyarakat naik, dan pertumbuhan ekonomi nasional bisa bertahap mencapai 8 persen pada tahun 2029,” ujar Legislator Fraksi Partai Nasdem dapil Sumatera Selatan I.
Terkait pengawasan, Komisi XI DPR berkomitmen memastikan seluruh instrumen yang dijanjikan Presiden berjalan tanpa kebocoran.
“Kami di Komisi XI membidangi BPK dan BPKP. Kami akan berkoordinasi erat dengan BPK, BPKP, KPK, dan Kejaksaan untuk memastikan program ini jalan dan tidak ada penyimpangan,” tegasnya.
Ia menambahkan, Presiden Prabowo menginginkan agar setiap program dan janji kampanye bisa terealisasi penuh.
“Pak Prabowo tidak mau ada kebocoran. Beliau ingin pertumbuhan ekonomi, daya beli, dan konsumsi meningkat. Target pertumbuhan ekonomi yang beliau tetapkan bukan sekadar angka, tapi tujuan yang harus kita capai bersama,” katanya.
DPR juga akan memantau secara berkala perkembangan setiap tahapan implementasi 8 paket ekonomi ini.
“Harapannya, semua pihak bekerja dengan satu visi, agar manfaat program ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat di semua lapisan,” tutupnya.[zul]
