Awalnya, Khalid Basalamah mengaku tidak terlalu tertarik dengan tawaran visa haji khusus tersebut karena jemaahnya sudah memiliki visa furoda yang juga resmi. Namun, iming-iming mendapatkan maktab VIP mengubah keputusannya. “Selain visanya resmi, kami juga bisa dapat maktab VIP. Ini akhirnya menarik,” tuturnya dalam sebuah siniar. Untuk mendapatkan fasilitas tersebut, setiap jemaah dikenakan biaya sebesar 4.500 dolar AS.
Masalah mulai muncul ketika 37 dari 122 visa jemaah tidak kunjung diurus oleh Ibnu Mas’ud. Tiba-tiba, muncul permintaan uang tambahan sebesar 1.000 dolar AS per jemaah sebagai “uang jasa”. Khalid sempat mempertanyakan biaya tambahan tersebut, namun Ibnu Mas’ud hanya memberikan jawaban yang tidak jelas. Insiden inilah yang memperkuat posisinya sebagai korban dalam skandal yang merugikan negara hingga triliunan rupiah ini.[dit]
