Sikap bungkam tidak hanya ditunjukkan oleh Tasya. Sang kuasa hukum, Sangun Ragahdo, juga memilih untuk tidak memberikan keterangan detail kepada media sebelum proses persidangan dimulai. Ia meminta para wartawan untuk bersabar dan berjanji akan memberikan pernyataan resmi setelah sidang selesai. “Sidangnya belum mulai, nanti habis sidang saja ya,” kata Sangun, mencoba menenangkan kerumunan media yang telah menunggu sejak pagi hari. Sikap ini menunjukkan bahwa pihak Tasya ingin fokus pada proses hukum yang berjalan.
Sebagai informasi, gugatan cerai ini dilayangkan oleh Tasya Farasya terhadap Ahmad Assegaf melalui sistem pendaftaran online pengadilan, atau e-court, pada tanggal 12 September 2025. Langkah ini mengonfirmasi keretakan rumah tangga mereka yang sebelumnya telah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sidang perdana ini menjadi awal dari proses hukum yang akan menentukan nasib pernikahan pasangan yang sebelumnya selalu terlihat harmonis di hadapan publik.[dit]
