Tragedi Ponpes Al Khoziny: Evaluasi Kegagalan Konstruksi dan Langkah Pencegahan

Runtuhnya Bangunan Mushola Ponpes Al Khoziny Sidoarjo/net.

SIDOARJO, FAKTANASIONAL.NET – Tragedi robohnya Ponpes Al Khoziny membuka mata banyak pihak tentang pentingnya pengawasan ketat terhadap konstruksi bangunan pendidikan, khususnya pondok pesantren yang menampung ribuan santri.

Tim ahli konstruksi yang diturunkan ke lokasi menemukan indikasi awal adanya kelemahan pada struktur bangunan.

Dugaan sementara mengarah pada kualitas material yang tidak sesuai standar serta perencanaan arsitektur yang tidak memperhitungkan daya tampung maksimal.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan bahwa insiden ini termasuk dalam kategori bencana akibat kegagalan teknologi. Oleh sebab itu, selain fokus pada penyelamatan korban, pemerintah juga akan melakukan audit menyeluruh.

“Kita tidak ingin tragedi ini terulang di tempat lain. Karena itu, evaluasi konstruksi seluruh gedung pendidikan berlantai lebih dari dua tingkat, terutama pesantren, akan menjadi agenda prioritas,” ujar Suharyanto, Rabu (1/9/2025).

Rencana Pemerintah ke Depan

Audit Teknis Nasional
Kementerian PUPR bersama BNPB akan melakukan audit teknis bangunan pondok pesantren, madrasah, dan sekolah-sekolah swasta maupun negeri, khususnya yang memiliki gedung bertingkat.

Penerapan Standar Bangunan Tahan Gempa dan Angin
Seluruh proyek pembangunan pendidikan wajib memenuhi standar bangunan tahan bencana, baik gempa, angin kencang, maupun kebakaran.

Exit mobile version