JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid menyoroti dinasti politik di Kabupaten Bengkalis, Riau yang sangat terang benderang.
Pasalnya, Bupati Bengkalis Ibu Kasmarni berkuasa dengan ditopang oleh dua anaknya sendiri yang menjadi Ketua dan Wakil ketua DPRD Bengkalis, yakni Septian Nugraha (Ketua DPRD) dan M Arsya Fadillah (Wakil Ketua DPRD). Adapun sang paman dari ibunya (adik bupati), yakni Bobi Kurniawan juga menjadi anggota DPRD Bengkalis dari Partai Demokrat.
Tak berhenti sampai di situ, M Arsya Fadillah selain sebagai Wakil Ketua DPRD juga merangkap jadi Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Bengkalis. Kemudian Septian Nugraha yang sekarang Ketua DPRD tengah mencalonkan diri menjadi Ketua DPC PDIP Bengkalis. Bahkan Bobi Kurniawan sebagai adik Bupati Bengkalis sudah bersiap menjadi Ketua DPC Partai Demokrat Bengkalis.
“Ini apa-apaan sih, kok satu keluarga menduduki jabatan strategis tertinggi. Bupati dan DPRD harusnya saling mengontrol. Mustahil sistem pemerintahan bisa berjalan baik, kalau Bupatinya adalah Ibu, sedangkan ketua DPRD wakilnya adalah anaknya,” kata Habib Syakur dalam keterangannya kepada awak media di Jakarta, Rabu (15/10/2025).
Habib Syakur pun meminta agar partai politik, terutama PDIP jangan menerima pencalonan Septian Nugraha menjadi ketua DPC.
Menurut Habib Syakur, ideologi partai dan sistem bernegara akan dihancurkan kalau dinasti dibiarkan terjadi.
“Saya berharap Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan mencoret dan membatalkan pencalonan anak Bupati Bengkalis menjadi calon ketua DPC PDIP Bengkalis,” tegas Habib Syakur.
“Kayak tidak ada orang lain yang hebat aja di Bengkalis. Kok satu keluarga memegang semua kekuasaan,” lanjutnya.
Habib Syakur menilai sistem chack and balancing dalam pemerintahan di Bengkalis mustahil bisa terjadi, dan justru sebaliknya, kongkalikong untuk kepentingan keluarga dan kelompok akan berjalan mulus.
