Detail pemeriksaan yang diungkap KPK menunjukkan bahwa penyidik tidak hanya mengejar pengakuan, tetapi juga bukti-bukti dokumenter terkait alur kerja sama. “Penyidik mendalami proses kerja sama pengolahan anoda logam antara PT Antam dengan PT Loco Montrado,” kata Budi Prasetyo pada Selasa (14/10). Penyelidikan ini mencakup analisis terhadap kontrak, studi kelayakan, hingga aliran dana yang dicurigai mengalir ke kantong pribadi oknum-oknum yang terlibat. Tujuannya adalah untuk membuktikan bagaimana sebuah kerja sama bisnis yang seharusnya menguntungkan negara justru berakhir merugikan hingga ratusan miliar rupiah.
Fakta menarik lainnya adalah Arie Prabowo ternyata diperiksa lebih awal dari jadwal yang diumumkan. Semula dijadwalkan pada hari ini, namun ia mengajukan percepatan menjadi Selasa, 7 Oktober lalu. KPK mengonfirmasi bahwa permintaan ini disetujui karena Arie memiliki kegiatan lain. Namun, agenda pemeriksaan tersebut tidak muncul dalam jadwal publikasi rutin KPK pekan lalu, menimbulkan kesan bahwa pemeriksaan dilakukan secara diam-diam. Hal ini seringkali menjadi strategi penyidik untuk mencegah potensi intervensi atau penghilangan barang bukti oleh pihak-pihak terkait lainnya.[dit]
