Di era disrupsi digital saat ini, Wildhan mengidentifikasi dua tantangan utama bagi SDM OPZ, yakni disrupsi teknologi yang cepat dan meningkatnya tuntutan publik atas akuntabilitas dampak sosial yang dihasilkan.
Penguatan Kapasitas Amil
Menjawab tantangan tersebut, FOZ telah menjalankan berbagai program strategis yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas dan profesionalisme para amil (pengelola zakat).
Wildhan memaparkan sejumlah program yang sedang berjalan, seperti sertifikasi amil, Amil Capacity Building Festival (ACBF), Zakat Enrichment & Idea Exchange, hingga Kampus Zakat. Forum HRD OPZ yang digelar hari ini juga merupakan bagian dari upaya tersebut.
“Program-program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan rekrutmen, manajemen kinerja, dan pengembangan karier amil zakat,” pungkasnya. Upaya ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan industri zakat yang semakin kompleks dan modern.[dit]
