Perubahan gaya komunikasi Purbaya ini menjadi sorotan publik. Jika sebelumnya ia dikenal lebih banyak berbicara melalui data dan analisis teknis, kini ia tak ragu untuk bersikap konfrontatif terhadap isu-isu yang dianggap menghambat kemajuan.
Kebutuhan ‘Reset’ Indonesia
Lebih lanjut, Said Didu berpendapat bahwa Indonesia saat ini membutuhkan setidaknya 10 sosok seperti Purbaya untuk melakukan ‘reset’ atau penataan ulang negara. Ia juga membandingkan situasi ini dengan era awal pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), ketika masih ada tokoh-tokoh kritis di dalam kabinet seperti Rizal Ramli, Sudirman Said, dan Anies Baswedan.
Said Didu mempertanyakan apakah sikap Prabowo saat ini mencerminkan apa yang dulu ditunjukkan Jokowi di awal pemerintahannya, yakni memberi ruang bagi para pembantunya untuk bersikap kritis dan tegas.[dit]
