Survei SMRC: Gibran Ungguli Prabowo, AHY Membayangi Ketat dengan Selisih Tipis

75 Persen Publik Stres akibat Kebijakan Pemerintahan Prabowo-Gibran/ilustrasi

FAKTANASIONAL.NET – Hasil survei nasional Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) periode 1–10 Oktober 2026 menunjukkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menempati posisi teratas dalam simulasi tiga nama calon presiden (capres).

Gibran memperoleh elektabilitas 29,7 persen, disusul Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan 28,2 persen.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto berada di urutan ketiga dengan tingkat dukungan 22,7 persen. Adapun responden yang belum menentukan pilihan atau tidak menjawab tercatat sebesar 19,4 persen.

Temuan tersebut memperlihatkan persaingan ketat antara Gibran dan AHY. Namun, jarak dukungan keduanya masih berada dalam rentang margin of error survei. Sebaliknya, selisih elektabilitas Gibran dan Prabowo dinilai signifikan secara statistik.

Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menjelaskan bahwa simulasi tersebut dirancang untuk menguji kekuatan elektoral Prabowo ketika dihadapkan dengan dua tokoh berbeda.

“Di sini kita membuat simulasi Gibran versus Prabowo versus AHY. Jadi Prabowo melawan Gibran dan melawan AHY, ya,” ujar Deni dalam pemaparan daring, Sabtu (17/10/2026).

Deni menyebut simulasi tiga nama tersebut relevan untuk mengukur posisi Prabowo dalam persaingan elektoral.

“Simulasi tiga nama ini relevan untuk menguji kekuatan elektoral Pak Prabowo,” sambungnya.

Menurut Deni, Gibran dimasukkan dalam simulasi karena Partai Solidaritas Indonesia (PSI) diharapkan dapat mengusungnya. Pertimbangan lainnya adalah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menghapus ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold sebesar 20 persen.

Sementara itu, AHY dipilih karena posisinya sebagai pimpinan partai politik.

Exit mobile version