FAKTANASIONAL.NET – Di tengah situasi pasar saham nasional yang sedang mengalami fluktuasi akibat pernyataan dari lembaga pemeringkat global MSCI, pengusaha nasional Jusuf Hamka menilai kondisi tersebut bukan untuk dikhawatirkan, melainkan sebuah peluang emas (opportunity) bagi para investor.
Menurut Jusuf Hamka, koreksi tajam yang terjadi di pasar keuangan justru membuka momentum tepat untuk melakukan aksi beli (it’s time to buy), sebab pergerakan harga yang jatuh secara signifikan biasanya akan berbalik arah menguat kembali dengan cepat.
Menyikapi dinamika pasar tersebut, Jusuf Hamka menyatakan bahwa dirinya bersama rekan-rekan dalam lingkaran konsorsium bisnisnya telah menyiapkan dana jumbo untuk memborong saham pada hari Senin mendatang.
“Saya pastikan dengan teman-teman saya, saya sudah konsorsium. Ada beberapa teman, pasti hari Senin saya akan belanja dan kita di kelompok kita Rp5 triliun kita akan belanja di market untuk hari Senin,” ujar Jusuf Hamka dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, keputusan tersebut diambil lantaran banyaknya saham blue chip perbankan nasional yang menawarkan imbal hasil atau dividen yang sangat menarik. Berdasarkan catatannya, saham-saham perbankan besar seperti Bank Mandiri (BMRI), BRI (BBRI), BNI (BBNI), hingga BCA (BBCA) memiliki kisaran dividen yield rata-rata di angka 8 hingga 9 persen, bahkan berpotensi mendekati 12 persen jika dibeli pada harga bawah saat ini.
Dengan fundamental perusahaan milik negara maupun bank besar yang kuat serta pembagian dividen yang jauh melampaui suku bunga deposito, Jusuf Hamka meyakini hari Senin akan menjadi momen yang tepat untuk mendulang keuntungan di pasar modal.[sak]
