Densus 88 Ungkap Perekrutan Anak oleh Teroris: Platform Digital Jadi Pintu Masuk Utama

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Polisi Aswin Siregar saat konferensi pers. Foto : Istimewa

Densus 88 juga menangkap lima tersangka dewasa yang berperan sebagai perekrut dan pengendali anak-anak, dengan dua penangkapan terbaru dilakukan pada 17 November 2025 di Sumatera Barat dan Jawa Tengah. Para tersangka terbukti melakukan pendekatan sistematis, bahkan mendorong anak-anak untuk melakukan aksi teror.

Konten yang Dekat dengan Dunia Anak

Propaganda yang digunakan kini semakin terselubung, memanfaatkan konten yang dekat dengan dunia anak seperti video pendek, animasi, meme, bahkan musik. Perekrut memanfaatkan kerentanan anak, seperti rasa ingin tahu, pengalaman bullying, kondisi broken home, atau pencarian jati diri. Tahapan penyebaran ideologi dimulai dari platform umum seperti Facebook dan Instagram, lalu berlanjut ke komunikasi privat melalui WhatsApp atau Telegram.[dit]

Exit mobile version