Tingkat Kerawanan Korupsi Tinggi: KPK Beri Peringatan Keras Pemda Sumatera Selatan, Minta Tata Kelola Segera Dibenahi

Gedung KPK
Gedung KPK/(ist/fkn)

Johanis Tanak menegaskan bahwa kedatangan KPK ke Sumsel bertujuan untuk memberikan pengingat dan dorongan perbaikan. Fokus utamanya adalah merapikan segala hal yang berkaitan dengan pelayanan publik, regulasi, dan tata kelola secara menyeluruh. “Kami datang untuk mengingatkan agar pelayanan publik, regulasi, dan hal lain yang berkaitan dapat dirapikan,” ujarnya. Perbaikan tata kelola ini dianggap sebagai kunci fundamental untuk menciptakan iklim pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Dampak Buruk Korupsi terhadap Iklim Investasi

Selain berdampak pada buruknya pelayanan publik, Johanis juga menyoroti bahaya korupsi terhadap sektor investasi. Ia menyebut bahwa perbaikan tata kelola menjadi prasyarat mutlak untuk menciptakan iklim investasi yang sehat. Investor akan enggan menanamkan modal di daerah yang birokrasi pelayanannya buruk, regulasinya berbelit-belit, dan tingkat korupsinya tinggi. “Kalau pelayanan tidak bagus, korupsi banyak, dan peraturan berbelit-belit, maka investor tidak akan datang. Dampaknya dirasakan daerah dan masyarakat,” pungkas Johanis. Dengan demikian, bersih dari korupsi bukan hanya masalah hukum, tetapi juga masalah kesejahteraan ekonomi daerah.[dit]

Exit mobile version