Monopoli Film: Dirut PFN Ifan Seventeen Tepiskabaran Rumah Produksi Besar
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Direktur Utama Perusahaan Film Nasional (PFN), Ifan Seventeen (Riefian Fajarsyah), membantah keras anggapan adanya praktik monopoli oleh rumah produksi (PH) besar dalam industri perfilman dan jaringan bioskop di Indonesi…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Direktur Utama Perusahaan Film Nasional (PFN), Ifan Seventeen (Riefian Fajarsyah), membantah keras anggapan adanya praktik monopoli oleh rumah produksi (PH) besar dalam industri perfilman dan jaringan bioskop di Indonesia. Ifan menyampaikan hal ini saat peluncuran teaser film Pelangi di Mars, mengakui bahwa isu miring seperti monopoli selalu ada di industri mana pun, termasuk film.
Kapasitas Produksi Bukan Berarti Monopoli
Ifan menjelaskan bahwa wajar apabila PH besar merilis film secara lebih banyak dan sering. Hal ini semata-mata karena kapasitas produksi mereka yang memang lebih besar dibandingkan PH kecil. Menurutnya, kondisi ini adalah konsekuensi pasar (happens by market) dan bukan praktik monopoli yang disengaja. Ifan berpendapat bahwa PH besar hanya memanfaatkan kondisi dan skala bisnis mereka.
Komitmen PFN untuk Keadilan Industri
Meskipun menepis tuduhan monopoli, Ifan menegaskan komitmen PFN sebagai perwakilan pemerintah untuk memberikan porsi yang adil bagi seluruh produksi film nasional, baik dari PH besar maupun kecil. Beliau menyatakan akan mempelajari kasus yang sebenarnya terjadi dengan hati-hati. PFN bertekad untuk memastikan ekosistem perfilman nasional tetap sehat dan kompetitif bagi semua pelaku industri.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.