BANDUNG, FAKTANASIONAL.NET — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menggunakan forum Konferensi Daerah (Konferda) PDI Perjuangan Jawa Barat di Bandung sebagai momentum untuk mengobarkan kembali semangat ideologi Bung Karno, khususnya terkait visi global dan nilai-nilai keislaman yang universal.
Dalam pidatonya, Hasto menyoroti pengakuan dunia terhadap kepemimpinan Presiden Pertama RI, Soekarno, sebagai sosok yang konsisten membela bangsa-bangsa terjajah, termasuk negara-negara Muslim.
Hasto mengungkapkan kebanggaannya atas gelar kehormatan internasional yang disematkan kepada Bung Karno pada tahun 1965.
“Pada tahun 1965, Bung Karno mendapat gelar sebagai Pendekar Kemerdekaan dan Pahlawan Islam. Ini harusnya kita bangga,” tutur Hasto.
Ia kemudian menegaskan keunikan gelar tersebut di mata dunia internasional. Kepada para anak muda yang hadir di acara Konferda ifu, Hasto mengatakan begini.
“Hei anak-anak muda, The only one leader in the world, satu-satunya pemimpin di dunia yang mendapatkan gelar sebagai Pendekar Kemerdekaan dan Pahlawan Islam, hanya Bung Karno, Bapak Bangsa kita,” tegas Hasto, disambut tepuk tangan meriah.
Selain para anak-anak muda, hadir juga perwakilan petinggi partai politik lain serta pejabat pemerintahan yang ada di Jawa Barat. Seperti Sekda Jabar Herman Suryatman, Ketua DPRD Provinsi Jabar Buki Wibawa Karya Guna, serta perwakilan dari PKS, PAN, PPP, dan NasDem.
Dalam konferda ini, hadir sejumlah Ketua DPP PDIP, antara lain Puti Soekarnoputri, Ribka Tjiptaning, dan Ronny Talapessy. Ada juga senior Partai yakni Sutrisno Selo dan Eka Santosa. Seluruh pengurus PDIP Jawa Barat hadir dipimpin Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono dan Sekretaris Ineu Purwadewi Sundari.
Gelar ini, menurut Hasto, merupakan pengakuan atas konsistensi politik Soekarno yang didasarkan pada ideologi antikolonialisme.
Hasto menegaskan bahwa dukungan Soekarno terhadap bangsa-bangsa Muslim yang terjajah tidak didorong oleh sentimen agama, melainkan oleh landasan konstitusional yang kuat, yakni Pembukaan UUD 1945.
