FAKTANASIONAL.NET – Center for Budget Analysis (CBA) mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera melakukan penyelidikan terhadap program pengadaan Laptop Guru di Sekretariat Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos) yang menelan anggaran sebesar Rp33,2 miliar.
Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, menilai alokasi anggaran itu terlampau besar dan berpotensi menimbulkan penyimpangan.
Menurut Uchok, besarnya nilai proyek yang berada di bawah kementerian yang dipimpin Saifullah Yusuf (Gus Ipul) tersebut harus menjadi perhatian serius KPK. Ia menilai tidak adanya kejelasan mengenai spesifikasi laptop yang akan dibeli pada tahun anggaran 2025 semakin memperkuat urgensi pemeriksaan.
“KPK perlu memanggil dan meminta klarifikasi dari Gus Ipul karena hingga kini spesifikasi barang yang akan dibeli tidak dipaparkan secara transparan,” ujar Uchok di Jakarta, Selasa (9/12/2025).
Berdasarkan perhitungan CBA, harga satuan laptop dalam pengadaan itu dapat mencapai belasan juta rupiah per unit, yang dinilai jauh di atas standar harga pasar. Karena itu, ia menilai penyelidikan menyeluruh sangat diperlukan untuk memastikan tidak ada mark-up maupun penyalahgunaan kewenangan.
