Penyaluran bantuan diharapkan berbasis data terverifikasi dari Perumda Pasar Jaya sehingga tidak menghambat perputaran modal usaha pedagang yang menjadi bagian penting dari rantai pasok pangan.
Lebih jauh, IKAPPI menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pencegahan kebakaran di pasar-pasar induk. Penguatan koordinasi antara pengelola pasar, kepolisian, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta dinilai mendesak, termasuk pemerataan alat pemadam api ringan (APAR) di titik rawan, sebagai bagian dari kebijakan mitigasi risiko pangan.
Berdasarkan informasi awal, kebakaran di Los Buah C2 dilaporkan disertai ledakan yang diduga berkaitan dengan keberadaan bahan tertentu, seiring karakteristik aktivitas perdagangan di lokasi tersebut. Hingga kini, kondisi pasar dilaporkan berangsur kondusif dan masih dalam tahap pendinginan serta pembersihan.
Kerugian sementara akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp35 miliar. IKAPPI menilai angka tersebut tidak hanya berdampak pada pedagang, tetapi juga berpotensi memengaruhi stabilitas harga dan pasokan buah di tingkat konsumen jika penanganan tidak dilakukan secara cepat dan komprehensif.
IKAPPI DKI Jakarta menyampaikan apresiasi kepada Dinas Gulkarmat dan seluruh pihak terkait atas respons cepat dalam pemadaman kebakaran. Organisasi pedagang ini menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan Pemprov DKI Jakarta agar pemulihan pasar berjalan seiring dengan upaya menjaga ketahanan pangan ibu kota.[Zul]
