Menurutnya, kerja keras prajurit TNI, Polri, dan relawan di lapangan seringkali tidak tercatat oleh publik karena dilakukan demi efektivitas, bukan pencitraan.
Mengenai status bencana nasional, Seskab menjelaskan bahwa meski secara administratif tidak dideklarasikan, namun mobilisasi sumber daya yang dilakukan sudah berskala nasional.
Anggaran sebesar Rp 60 triliun telah dikucurkan untuk penanganan darurat dan rehabilitasi. Pemerintah tetap fokus pada pemulihan wilayah terdampak paling parah, khususnya Aceh, sambil terus merespons setiap laporan kebutuhan dari warga di lapangan.[dit]
